Bersihkan Pungli, Sekda Banten Berharap Aduan Masyarakat Meningkat

img


SERANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Ranta Soeharta mengatakan, tidak semua laporan masyarakat terkait kegiatan pungutan liar (pungli) ditindak lanjuti oleh tim sapu bersih, karena menurutnya, sebelum melakukan tindakan, tim saber pun melakukan analisa terlebih dahulu untuk mengkaji layak tidaknya laporan tersebut ditindak lanjuti.

Meski demikian, Ranta mengimbau kepada masyarakat Provinsi Banten agar jangan ragu dan lebih pro aktif lagi memberikan laporan jika menemukan kegiatan pungli. Sejumlah penangkapan pelaku pungli di Provinsi Banten, kata Ranta, tidak terlepas dari peran serta masyarakat.

"Kita berharap aduan dari masyarakat lebih banyak lagi, melalui UPT, disetiap Kabupaten kota ada. Kalau yang sampai ke Pusat 30 ribu dan yang ditindak hanya 10 ribu, itu memang berdasarkan hasil analisa-analisa," paparnya, ditemui usai menghadiri pembukaan sosialisai Peraturan Presiden (Perpres) 87 tahun 2016, tentang satgas Saber pungli, yang digelar di sebuah hotel di Kota Serang, 11/10/2017.

Dikatakannya, pihaknya akan terus menggalakan soaialisasi perpes yang baru satu tahun di buat itu. Hal ini dilakukan, selain merupakan intruksi presiden, juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran semua pihak, bahwa dalam bentuk apapun, kegiatan pungli tidak bisa dibenarkan.

"Kita rapat-rapat dengan para SKPD sudah sering, tetapi paling tidak kita ada prepentif dulu karena perpres ini baru satu tahun. Perpres 87 itu kan dibuat di pusat, sekarang kita galakan sosialisasi, harus terus berlanjut," terangnya.

Lanjut Ranta, kegiatan pungli yang paling rawan adalah di instansi-instansi bidang perizinan dan pelayanan kepada masyarakat. "Yang jelas kalau intruksi presiden, hentikanlah Pungli khususnya dibidang perizinan, pelayanan terhadap masyarakat, seperti KTP, dari tingkat Kecamatan yang rawan terhadap pungutan-pungutan," imbuhnya.

"Dan kejadian di Banten beberapa kali adanya ditingkat itu, Capil Pandeglang, Serang di Dishub, ditempat KIR yah, Tangerang juga ada di perizinan. Ini sudah kita tangani secara khusus, Insya Allah ke depan tidak ada lagi yang melakukan pungli. Adanya Saber Pungli bukan berarti ada pungli, kita inginnya tidak ada pungli." tukasnya. (*)

TAGS :